Detail Berita

BITING UNTUK SELOLIMAN DAN DUNIA

13 July 2017 16:13 Admin Berita

Biting untuk Seloliman dan Dunia

Jangan ditanya kenapa kok nama dusun ini "Biting"??

Sy sudah mencari informasi terkait nama biting yg biasa disebut lidi (jawa= sodo) yg di gunakan menyemat bungkus makanan agar lebih fungsional dan mobile (mudah di bawa ke mana2) #pakekata2keren kayak hp aja hehehe...

Tapi apa ya itu makna yg diharapkan para pendiri dusun??

Sudahlah kita bahas lainnya aja..

Ada yg lebih menarik lagi untuk dituliskan Ikhwal dusun biting ini, 

Tahukah kita eksistensi dusun biting itu bermetamorfosis mengintegrasikan dusun2 yg lain (Balekambang, sempur dan Janjing) menjadi satu desa bernama Seloliman??

Tahukah kita nama desa Seloliman itu tidak di ambil dari nama2 dusun yg ada??

Dahulu memang masing-masing dusun itu berdiri menjadi desa sendiri-sendiri

Asal usul dusun biting ini melalui 3 fase dengan jarak waktu yg relatif jauh;

Fase pertama di akhir abad 10 dikenal era prabu Airlangga (pendiri kerajaan Kahuripan) ini terkait keberadaan petirtaan Jolotundo yg masuk wilayah dusun biting disisi paling timur dan saat itu belum ada perkampungan penduduk di sisi barat

Fase kedua di kisaran abad 18 kehadiran mbah kramat panjang yg semula hanya ingin mengatur pengairan agar daerah bawah dapat teraliri air untuk pertanian, ternyata wilayah ini menyimpan berbagai potensi sumberdaya yg besar akhirnya beliau babat alas untuk perkampungan.

Menurut cerita mbah kramat panjang ini berasal dari dusun oro2 ombo kutogirang (daerah bawah seloliman)

Bukti pengaturan pengairan ini kabarnya mbah Kramat Panjang yg membangun sungai/ kali maron di sisi barat dusun biting ini

Hebatnya sampai sekarang bukan hanya manfaat di sektor pertanian sj, kali maron menjadi unsur penting Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) ðŸ‘ðŸ‘

Makam Mbah Kramat Panjang ada di selatan perkampungan penduduk dan dihormati sebagai leluhur yg babat alas dusun biting.

Fase ketiga, kehadiran utusan kesultanan Mataram di abad 19 pasca tahun 1830, ada 6 tokoh yg di pimpin Mbah Tunggul Wulung yg bertujuan membasmi Kampak semacam kelompok rampok yg meresahkan.

Menurut penuturan masyarakat setempat sebenarnya kampak ini adalah gerilyawan yg mengganggu kepentingan Belanda, karena tidak mampu membasmi sendiri Belanda mengeluarkan jurus politik adu domba

Mbah Tunggul Wulung dkk sdh menyadari ini, sehingga perjuangannya begitu soft penuh persuasif.

Dan insting sy mengatakan tujuan utama Mbah Tunggul Wulung bukan sekadar membasmi Kampak tapi menyebarkan agama Islam di wilayah ini, sy hanya membayangkan saja di tempat yg dekat dengan petirtaan Jolotundo bisa berkembang peradaban islam meski melalui proses akulturasi yg bahkan berlangsung sampai saat ini, sebagai contoh ritual ruwat sumber petirtan Jolotundo setiap tgl 10 suro sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, yg masih kental ritual kejawennya

Tidak heran bila Mbah Tunggul Wulung adalah salah satu wali qoryah yg menyebarkan agama Islam di wilayah Trawas

Perjuangan Mbah Tunggul Wulung dkk berhasil menyatukan dusun2 menjadi satu desa yg kemudian bernama Seloliman ini.
Dan kepala desa pertamanya bernama Mbah musirah yg konon tunggangannya saja tidak lazim yaitu macan (umumnya = kuda)

Seloliman bukan nama yg diambil dari nama dusun yg ada, mungkin ini bagian dari kesepakatan yg dapat diterima semua pihak, bisa jadi ini didasarkan karena banyaknya batu bertebaran sebagai kearifan lokal, sebut saja; watu gubug, watu bajul, watu Ombo, watu pel, watu jaran dll

Seloliman berasal dari 2 suku kata Selo artinya batu, Liman = gajah (menurut pak kades lho..)

Biting sesuai namanya telah sebagai penyemat bagi dusun2 lainnya, memiliki kontribusi sejarah yg sangat besar sampai sekarang, bukan hanya berarti bagi desa Seloliman, tapi juga bagi dunia atas kelestarian peninggalan pusaka tak ternilai harganya yang berupa petirtaan Jolotundo

Wajar bila kalo sy bilang "biting itu untuk Seloliman dan dunia"